Perkembangan Kasus dan Dampak Ekonomi, Politik, Pekerja Indonesia terdeportasi Akibat Covid-19 di Indonesia
INDI LUSIANI
PB2C
NIM : 1906321016
Covid-19 di Indonesia
Perkembangan awal kasus Covid-19 pada 2 Maret 2020 sampai Rabu, 2 Juni 2020
Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi kasus pertama Covid-19 di Indonesia di Istana Negara pada tanggal 2 Maret 2020. Dua warga negara Indonesia yang positif Covid-19 tersebut mengadakan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.
Pada 11 Maret 2020 untuk pertama kalinya warga negaraIndonesia meninggal akibat Covid-19. Korban yang meninggaldi Solo adalah seorang laki-laki berusia 59 tahun, diketahui sebelumnya menghadiri seminar di Kota Bogor, Jawa Barat pada tanggal 25-28 Februari 2020. Hingga Rabu, 11 Maret 2020 siang, jumlah kasus Covid-19 yang telah dikonfirmasi ada 27 orang.
Di minggu yang sama, kasus 01 dan 03 dinyatakan sembuh. Kedua kasus yang resmi dinyatakan sembuh dan boleh meninggalkan rumah sakit pada 13 Maret 2020 itu adalahkesembuhan pertama kali pengidap Covid-19 di Indonesia. Kasus 02 yang berusia lanjur, yakni 64 tahun, juga berhasil mengatasi covid-19
Sebulan lebih sesudah masuknya Covid-19, untuk pertama kalinya tercatat angka kesembuhan pengidap covid-19 lebihbesar dari jumlah penduduk yang meninggal karena virus tersebut. Tanggal 16 April 2020, data Gugus Tugas PercepatanPenanganan Covid-19 menunjukkan 548 pasien yang sembuh, sedangkan jumlah pasien yang meninggal 496 orang.
Namun, data kesembuhan pasien covid-19 yang melampauiangka pasien meninggal bukanlah tanda bahwa wabah virus iniakan segera teratasi di Indonesia. Hingga Rabu, 2 Juni 2020 angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat sampai 27. 549 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sembuh 7.935 kasus, dan meninggal 1.663 kasus.
Dampak Ekonomi di Indonesia Akibat Pandemi Covid-19
Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikansisi kesehatan. Virus yang bermula dari kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi global dipastikan melamnbat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.
Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upayauntuk menekan dampak virus Corona terhadap industri. Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan Presiden JokoWidodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah Memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Berikut adalah dampak dari pandemi Covid-19 terhadap perekonomian di Indonesia :
• Industri yang terkena dampak
Pertama, Industri tingkat tinggi yang terkena dampak Covid-19, seperti perusahaan manufaktur otomotif di bawah tekanan besar karena ketergantungan mereka padarantai pasokan global sehingga menghambat proses produksi.
Industri garment yang memberlakukan system pengurangankepadatan karyawan dedngan cara dua pecan kerja dan duapekar libur guna mengurangi penyebaran virus Corona, tentu hal ini berdampak pada menurunnya produksi sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian yang berujung PHK.
Sektor pariwisata dan penerbangan yang sepi penumpang dikarenakan adanya kebijakan social distancing, serta ritel non makanan yang sepi pengunjung.
Kedua, industri tingkat sedang, seperti industri perfilman yang mengurangi proses syuting. Industri media dan perusahaan yang terhambat mencari konten dan berita.
Ketiga, Industri tingkat rendah sepeti industri sektor jasa hanya sedikit hambatan yaitu orderan jasa yang menurunakan tetapi masih bisa diatasi dan tidak terlalu terpengaruh.
• Rupiah dan saham ikut terimbas
Seperti yang kita ketahui bahwa virus Corona dapatmenempel pada benda, uang adalah salah satunya. Ini adalah alasan mengapa uang digital akan meningkat karena uang digital tidak bisa dipegang atau disentuh sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya penularan virus, beda halnya dengan uang fisik (kertas dan logam) yang bisa dipegang, tentu ini akan menyebabkan terjadinya penyebaran virus. Ini mengakibatkan nilai tukar dollar AS meningkat.
• Meningkatnya daya beli produk lokal
Dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh wabah ini ternyata ada sisi positif, yaitu meningkatnya daya beli barang lokal. Dikarenakan pemerintah sudah melarang barang impor selama wabah ini masih berlangsung.
Selain itu, polusi udara juga menurun akibat kurangnya kendaraan yang beroperasi dengan adanya social distancing.
Dampak Politik di Indonesia Akibat Pandemi Covid-19
Pemerintah Indonesia memberlakukan keadaan “Darurat Sipil” jika keadaan semakin memburuk, namun menurut beberapa pihak “Darurat Sipil” akan menciptakan ketakutan yang bisa berujung kekacauan. Hal ini juga akan menimbulkan pemerintah campur antara demokrasi dan otoritarian yang akan menyebabkan indeks demokrasi anjlok dan cacat.
Dampak Para Pekerja Indonesia yang Dideportasi akibat Covid-19
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat sabanyak 32.192 Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah pulang dari negara-negara penempatan yang terdampak wabah virus Corona atau Covid-19.
Adapun negara dengan jumlah pemulangan PMI terbanyak yaitu Malaysia 11.566 PMI, Hongkong sebanyak 9.705 PMI, Taiwan sebanyak 5.487 PMI, Singapura sebanyak 2.799 PMI, Brunei Darussalam sebanyak 889 PMI, Saudia Arabia sebanyak 888, Korea Selatan sebanyak 756 PMI, Italia sebanyak 641 PMI, Jepang terdapat 46 PMI, dan Amerika Serikat ada 45 PMI.
BP2MI terus berupaya melakukan tindaakan dan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus Corona kepada PMI yang dipulangkan. Termasuk kepada PMI Deportasi, Anak Buah Kapal (ABK) yang dipulangkan dari negara penempatanterdampak wabah Corona.
Komentar
Posting Komentar